Jendela Rumah Jiah

Dengan Membaca, Kita Mengenal Dunia

jeru-ji.blogspot.com by Jiah Al Jafara . Header by Khoirur Rohmah. Diberdayakan oleh Blogger.

Precious Lady



Bismillaahirraahmaanirrahiim....

Judul: Precious Lady
Penulis: Acariba/ Rike Puspitasari
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 9786020264004
Halaman: 308

Setiap wanita pada dasarnya ingin selalu dicinta. Menemukan cinta yang tulus, jujur adalah keinginan seorang Diva Maharani, dokter cantik yang terlihat perkasa seperti setan Gorila. Sayang, pria yang dijodohkan Papanya lebih cinta harta dan kekayaan keluarga atau mereka akan kabur karena kemampuan bela dirinya.

Mungkin kesialan atau keberuntungan karena akhirnya ada dua pria beda usia yang mendekatinya. Bima yang matang dan Ino yang brondong memberikan cinta mereka sepenuh hati. Manakah yang akan dipilih Diva? Bagaimana kalau ternyata dua pria ini ayah dan anak?

Setelah sekian lama gantung di Wattpad, akhirnya Dokter diva muncul dalam bentuk cetak. Jujur dari awal membaca cerita Rima di wattpad, saya sudah kesengsem sama Diva yang perkasa.

Diva bukan perempuan seperti kebanyakan. Dia unik dan kuat. Dalam 25 tahun hidupnya, dia selalu menjadi hero untuk Rima sahabatnya. Hingga akhirnya dia sadar, dia itu perempuan biasa yang juga ingin dicintai, dijaga.

Dengan alur maju, pertemuan Bima dan Ino dengan Diva relatif bersamaan. Jujur, walau Bima duda, saya juga kesengsem. Bima selalu berpikiran positif, tenang dan jago masak. Ino, brondong unyu, bikin seger tapi ya tetap, hati saya buat Bima.

"Ditinggalkan itu menyakitkan. Tapi dipermainkan itu lebih menyakitkan." (Hal187)

Baru pertama kali jatuh cinta, kisah cinta Diva tidak semulus perkiraannya. Ino yang ngotot menginginkan Diva. Diva yang tidak siap dengan kehadiran mantan istri Bima. Lalu bagaimana dengan Bima?

"Kamu tahu aku melakukan itu karena rasa cinta. Sangat menyakitkan membuatnya harus hancur apabila tetap mempertahankanku." (Hal 289)

Diva mengingatkan saya bahwa 'sekuat' apa pun kita, meski terlihat tidak butuh, kita tetap memerlukan sandaran. Mungkin sekedar menemani tanpa banyak kata.

Notes:
1. Typo: Beridiri (1), Pensaran; tepergok (10), nafas (59, 295), peegang (196), tawara (300).

2. Salah nama: Winda (Harusnya Widya - 89), Mita (Harusnya Lita - 105), ... Karir bagus di sini, Met! (Ini yang ngomong Meta, harusnya di sini, Diva! - 246)

3. Usia Bima yang rancu. Di blurb 34, hal 68 usia jadi 37, hal 95 usia 36, lalu 198 usia 38.

4. Kurang petik tutup: hal 3, 119

"Kadang kala sesuatu yang kita anggap tidak adil adalah kejadian paling adil bagi kita." (Hal 289)

Dan saya cuma bisa bilang, novelnya kok endingnya gitu? Kurang banget, tahu-tahu sudah habis halamannya. Ngarepnya ada kejadian lebih. Ya sudahlah. Tapi dr Diva memang soplak dan saya cukup puas dengan selipan humor di novel ini.

Sampai jumpa direview selanjutnya :D.

Sepotong Hati yang Baru



Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: Sepotong Hati yang Baru
Penulis: Tere Liye
Editor in Chief: Teuku Chairul Wisal
Editor: Andriyati
Cover: Mano Wolvie
Lay out: Alfian
Halaman: 206
Penerbit: Mahaka Publishing
Cetakan: VII, November 2013
ISBN: 978-602-9474-04-6

"Kau tahu, saat itu aku akhirnya menyadari, aku tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup dengan hati yang hanya tersisa separuh. Tidak bisa. Hati itu sudah rusak, tidak utuh lagi. Maka aku memutuskan membuat hati yang baru. Ya, hati yang benar-benar baru." (Hal 50)

Sepotong Hati yang Baru merupan kumpulan cerita fiksi karya Tere Liye. Ada delapan judul yang kesemuanya bertema hati dengan latar belakang bermacam-macam. Ada kisah remaja sekarang, jaman peperangan, China sampai kisah Ramayana.

Cerita awal dibuka dengan Hiks, Kupikir Itu Sungguhan yang membuat saya geli sendiri. Saya jadi teringat betapa kelihatan dekatnya pertemanan di Facebook, padahal....

"Kadang berbuat baik itu memang perlu niat, bukan hanya basa-basi." (Hal 2)

Sepotong Hati yang Baru, tentang move on dari pasangan. Walaupun cinta, tapi ternyata tak semudah kelihatannya.

Itje Norbaja & Kang Djalil, yang penuh nuansa jaman Belanda. Bagus sebenarnya hanya saja tulisan ceritanya sesuai ejaan jaman dahulu. Jadi lumayan lama baca bagian ini.

Lalu, ada juga kisah Ramayana setelah Rama berhasil membebaskan Sinta dari Dasamuka. Saya baru tahu kisah ini. Jadi semakin penasaran bagaimana sebenarnya kelanjuran Ramayana versi kitab.

Masih banyak judul yang ceritanya menarik, apik dan sarat akan hikmah. Sebagai pembaca baru Tere Liye, jujur saya ketagihan. Tak sabar untuk baca karyanya yang lain :D

Lov4sket: Your Heart



Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: Lov4sket: Your Heart
Penulis: Luna Torashyngu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desain & ilustrasi cover: Regina Feby
Cetakan kedua: Oktober 2013
Halaman: 320
ISBN: 978-979-22-9743-0

Vanya, salah satu anggota girlband Venus memiliki banyak hal yang diinginkan cewek. Segala kelebihan yang dimiliki seperti kurang berarti karena sebenarnya dia sangat ingin bermain basket. Sayang, Mama Vanya tidak pernah mengijinkannya bermain basket tanpa alasan yang jelas.

Vega, kapten tim basket cewek SMA Charisty ingin timnya bisa berprestasi seperti tim cowok. Banyak hal dilakukan Vega agar bisa mengikuti kejuaran antar SMA termasuk merekrut anggota baru. Salah satu yang Vega rekrut adalah Vanya.

Vanya menolak, tapi Vega mengalami hal buruk sehingga tidak bisa bermain basket. Sekarang, apa yang dipilih Vanya? Basket atau karirnya?

Saya rindu cerita anak SMA dan terobati dengan Lov4sket: Your Heart yang merupakan seri keempat Lovasket. Saya belum pernah baca seri lainnya, jadi ya agak ngambang dengan tokoh-tokoh yang pernah ada seperti sosok Kak Mawar yang ada di seri tiga.

Di novel ini bercerita tentang persaingan basket antar tim. Akhirnya tim cewek berhasil membuktikan bisa menambah pemain serta melewati beberapa pertandingan.

Benci tapi cinta ada, tapi ya porsinya sangat sedikit. Keren menurut saya karena tokoh-tokohnya lebih banyak menunjukkan prestasinya.

Ketika mereka bermain basket, deskripsinya sangat nyata. Saya yang awam berasa sedang menonton basket sungguhan. Mereka yang awalnya individualis, akhirnya bahu membahu, saling bekerja sama demi kemajuan tim.

"Percaya diri, dan kamu pasti akan menang." (Hal 305)

Ya, kepercayaan diri yang mereka bangun, menjadikan mereka lebih berani.

Selain konflik perbasketan, di novel ini kita disuguhi konflik antar anak dan Ibu.

"Seharusnya Mama merawat dan membesarkan kamu supaya menjadi diri kamu sendiri, bukan sesuai keinginan Mama."

Sebenarnya ini juga pengingat bagi orangtua. Kadang orang tua terkenang masa lalu sehingga membatasi anak-anak mereka dalam melakukan ini itu. Seharusnya sebagai orang tua mendukung apa yang jadi keinginan anak, selama hal itu positif.

Saya jadi ingin baca seri lain. Soalnya masih penasaran dengan kisah si Vanya dan Gery. Semoga di Perpusda ada hehe :D