Jendela Rumah Jiah

Dengan Membaca, Kita Mengenal Dunia

jeru-ji.blogspot.com by Jiah Al Jafara . Header by Khoirur Rohmah. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kepustakaan Populer Gramedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepustakaan Populer Gramedia. Tampilkan semua postingan

All I (N)ever Wanted


Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: All I (N)ever Wanted
Penulis: Maida Ivana
Tahun Terbit: April 2015
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Perancang Sampul dan Isi: Deborah Amadis Mawa
Penata Letak: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube, Kepustakaan Populer Gramedia
Halaman: 276
ISBN: 978-979-91-0842-5

Pernah tidak naik kelas? Merasa paling bodoh dan tidak berguna? Trix sedang mengalaminya. Tinggal di asrama SMA Fiore yang seperti penjara dengan segudang PR dan kedisiplinan tak membuat Trix yang tak seberapa pintar jadi mati gaya. Walaupun akademisnya tidak bagus, asal dia masih aktif di ekskul OSIS maupun tari, dia akan tetap bahagia.

Lalu bagaimana jika Ramona sahabat Trix juga menginginkan kemenangan dalam lomba tari? Bagaimana dengan Bastian yang menyukai Trix sementara Ramona menyukai Bastian? Belum selesai satu masalah, kepindahan Jo sepupunya membuat hidupnya yang damai mendadak ramai. Jo yang kabarnya suka membuat onar, akan kah membuat kalang kabut Trix juga?

Sebenarnya, di sini siapa yang menjadi biang onar? Jo atau.... Lalu siapakah yang benar-benar jadi sahabat baik? Ramona kah? Atau jangan-jangan ada penghianat di dalamnya....

Ketika pertama kali novel YARN ini nongol di grup, saya pede gila yakin bisa beruntung dapat dari penulisnya. Covernya Sadako banget dan saya suka. Dan akhirnya novel ini betulan berada di tangan saya. Yey!

Terus terang, tema Young Adult bukan tema yang sering saya baca. Tapi dari novel ini, saya tahu masalah remaja itu tidak melulu soal cinta.

Saya tidak suka cewek sotoy, suka ikut campur masalah orang lain. Tapi Trix beda. Dia selalu tidak tega berkata tidak dan dengan pedenya menceburkan diri ke dalam masalah orang lain. Bedanya, Trix ini berusaha membuat orang lain nyaman berada di dekatnya, main halus lah.

Ramona, sahabat Trix yang banyak mau saat latihan tari. Kaget iya karena perubahan karakter Ramona. Tapi di ending, saya jadi sadar, Ramona tidak sepenuhnya berubah.

Jo, walaupun ceplas ceplos, dia cewek yang sangat ekspresif. Daripada gemes, saya malah menikmati tingkah gilanya Jo.

Alur maju yang digunakan novel ini menurut saya sangat cocok untuk tema remaja. Konfliknya pas untuk remaja, tidak berat sampai harus mengerutkan kening.

Dari awal baca, saya tidak bisa memprediksi, di sini siapa yang sebenarnya membuat masalah. Sampai tengah saya manggut-manggut dan menuju ending saya mlogo. Wah si biang kerok dari semua masalah ternyata dekat. Saya puas karena endingnya tidak maksa, pas.

Trix, walaupun dia tidak pintar tapi dia baik. Kita tidak terlahir sempurna, ada kekurangan tapi ada kelebihannya juga. Cuma si Trix ini kadang membuat saya gemes. Dalam kegentingan kenapa dia masih memikirkan orang lain? Itulah Trix.

Jo, salut dengan aksi sabarnya dalam membantu orang lainnya. Pecicilan begitu, Jo tidak menghakimi orang lain.

Ramona, sahabat yang baik sebenarnya. Manusiawi kita marah ketika kepercayaan yang kita beri dihianati.

"Seandainya aku bisa memutar waktu, aku tidak akan melakukan apa yang kulakukan waktu itu." (Hal 94)

"Semua masalah yang menimpaku setahun ini bukan disebabkan oleh kesedihanku karena tidak naik kelas, tetapi karena aku tidak pernah menerima kenyataan bahwa aku membutuhkan usaha ektra dalam belajar untuk menyamai kemampuan teman-temanku," (Hal 268)

"Kami saling mengubah satu sama lain menjadi orang yang lebih baik. Dan itu gunanya sahabat, kan?" (Hal 272)

Kebaikan yang dimulai dengan kebohongan akan menghancurkan diri kita sendiri. Kepercayaan itu mahal. Ketika sekali saja kita menghianati, maka akan susah dan butuh waktu untuk menumbuhkan kepercayaan yang baru. Dan ketika kita tulus dalam melakukan sesuatu, maka kita akan menuai hasil dari ketulusan kita.

Catatan:
1. Kurang petik (") tutup di hal 21
2. Kapital di tengah kalimat, hal ini Tapi Sandy (Hal 96)

Empat dari lima bintang buat novel ini.

Tentang Penulis:
Maida Ivana baik dan ramah (karena mau jawab WhatsApp saya hihi). Lahir dan besar di Bandung. Usia 22 tahun (Asli saya nanya sendiri). Sedang belajar bahasa Mandarin. Twitter @ivanaphoa. Blog: sleepy-bookworm.blogspot.com

Sedikit pertanyaan saya jika bisa interview:

1. Selain karena ingin tinggal di asrama, kenapa pilih setting sekolah asrama? Jangan-jangan ngefans sama Carita de Angel? Papa ganteng Lusiano dan Tante Rambut Palsu?

2. Trix, sampai detik ini saya masih tidak tahu nama lengkapnya. Kenapa namanya Trix? Trix apa coba?

3. Kenapa novel yang dikasih ke saya tidak ada tanda tanganya???? Hwaaaa

Ji, kamu dikasih kok ya protes terus? Hehehe

Baiklah. Sampai jumpa di review saya selanjutnya....

Saya terharu sampai nangis baca ini novel. Yah, si Trix membuat saya nangis. Hebat bukan? Jangan berburuk sangka, mungkin kita sendiri jauh lebih buruk. Siapa yang tahu?



Elipsis


Judul: Elipsis
Penulis: Devania Annesya
Penyunting: Amanda Dwiarsianti, Anida Nurrahma
Perancang Sampul & Penata Letak: Teguh Tri Erdyan
Halaman: 221 hal
Tahun Terbit: 2014
Penerbit: POP, Kepustakaan Populer Gramedia
ISBN: 978-979-91-0775-6

Berpisah darimu bagaikan sebuah elipsis- jeda yang tak terisi oleh kata-kata. Ketika kau jauh, aku menemukan bahwa di antara kita ada ikatan tak kasat mata, kata-kata yang tak terucap, rasa yang tak terungkap, memori yang menguat seiring besarnya jurang pemisah antara kita. Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kau akan kembali. Namun selalu ada ruang untuk meragu. Selalu ada elipsis yang kemudian diisi oleh rasa kehilangan. Selalu ada jeda bagi hati yang kosong.

Kalau kau terus berpura-pura, suatu saat kepura-puraan itu akan menjadi sosokmu yang sesungguhnya. Kau akan kehilangan dirimu sendiri. -4

Jujur, untuk membaca novel ini lagi, saya harus menyiapkan mental. Saya merasa sedih sampai sulit untuk menjelaskan apa yang saya rasakan.

Kalea Alexandra berharap kepindahannya dari Jakarta ke Bogor bisa menghilangkan masalah hidupnya. Nyatanya, di sana dia malah bertemu Atraneza Saputra tetangganya yang aneh, penggali kubur anti sosial.

Di awal pertemuan bukanlah hal yang menarik bagi keduanya. Atran dianggap melempar kutukan pada Kalea membuat gadis itu blingsatan seolah kesialan selalu menimpanya. 

Semakin berjalannya waktu, Kalea dan Atran malah makin dekat. Kalea tahu mereka sangat bertolak belakang. Jika diibaratkan dengan warna, ia putih dan Atran hitam. Mereka saling berlawanan. Namun ketika bersama, mereka saling melengkapi. -103

Kata orang, mereka ini pasangan aneh. Tapi siapa juga yang peduli? Seseorang nggak perlu menjadi sempurna untuk dicintai (13). Toh seseorang tidak perlu menjadi cerdas untuk dicintai dan mencintai (15).

Ujian pun datang. Ayah Atran mengabarkan bahwa Ibu Atran sakit dan butuh Atran. Atran di Tampa, Kalea di Bogor, LDR bukan perkara gampang.

Dua tahun setelah LDR, mereka kehilangan kontak. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?

Bagi saya, pasangan ini unik walaupun karakter keduanya berbeda. Mereka bisa saling mengisi, melengkapi. Selain kisah cinta mereka, di novel ini juga ada semacam alarm untuk orang tua.

Bukankah setiap orangtua sering tidak sadar merusak anaknya sendiri? Mereka kadang lupa bahwa setiap anak selalu menatap pada satu-satu yang dapat dilihatnya, kedua orangtuanya. Mereka lupa penolakan yang mereka lakukan dapat menghancurkan segala pondasi terdalam yang dimiliki anak-anaknya. Atran mungkin hanya satu dari sekian banyak contoh penghancuran tersebut. Ia ditolak dan diingkari (176).

Anak adalah cerminan orang tua. Ketika orang tua tidak mau menerima, lalu ke mana lagi mereka mencari perlindungan. Jujur saya menangis membayangkan penolakan yang terjadi pada Atran atas kondisinya yang dianggap tidak normal.

Peluk anak-anak kita, dekap, rasakan betapa mereka adalah anak-anak hebat terlepas dari segala kekurangan mereka.

Euwige Liefde is liefde die niet meer terugkomt. Cinta yang abadi adalah yang tak kembali (67).

Baca juga:
http://jiahjava.blogspot.in/2013/04/atran-when-youre-away.html